Andai Telinga Tak Mendengar, Mata Tak Melihat

Al- An’am: 46-47

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَى قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ (46)

 قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ (47)

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).( 47 )

   Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong, atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?”

Ibnu Katsir:

Allah SWT berfirman kepada Rasul-Nya (Muhammad SAW) Katakanlah kepada orang-orang yang menentang dan mendustakanmu: bagaimana pendapatmu jika Allah mengambil pendengaranmu dan penglihatanmu; mengambilnya dari kamu sekalian sebagaimana Ia memberinya kepada kamu sekalian (karena Dia lah yang memberi kamu pendengaran dan penglihatan seperti diungkapkan dalam surat Al-Mulk ayat: 33

هو الذي أنشأكم وجعل لكم السمع والأبصار

“Dia lah yang menciptakanmu dan memberi kamu pendengaran dan penglihatan.”

Ungkapan ayat tersebut mencakup pengertian  ketidak-mampuan dalam menggunakan keduanya (pendengaran dan penglihatan) penggunaan secara benar menurut syariah. Oleh karena itu dalam pernyataan berikutnya disebutkan  وختم على قلوبكم (menutup hati kamu sekalian). Seperti disebutkan dalam surat Yunus; 31

أمن يملك السمع والأبصار (siapakah yang memiliki pendengaran dan penglihatan). Dihubungkan dengan firman Allah yang lain dalam surat al-Anfal: 24

واعلموا أن الله يحول بين المرء وقلبه (dan ketahuilah bahwa Allah berada antara seseorang dan hatinya)

Berikutnya من إله غير الله يأتيكم به merupakan pertanyaan yang mengandung arti: Apakah ada selain Allah yang bisa mengembalikannya kepadamu jika Dia mengambilnya darimu? Jawabannya pasti tidak ada seorangpun yang dapat melakukannya selain Allah, maka berikutnya dilanjutkan dengan ungkapan انظر كيف نصرف الآيات (Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Kami) maksudnya menerangkan dan menjelaskan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, bahwa apa-apa yang disembah selain Allah itu adalah batil dan kesesatan. ثم هم يصدفون kemudian setelah penjelasan tersebut mereka tetap berpaling dari kebenaran, serta menghalang-halangi orang lain untuk mengikutinya.

Firman Allah berikutnya al-An’am ayat: 47

قل أرأيتكم إن أتاكم عذاب الله بغتة

Katakanlah: Bagaimana pendapatmu jika datang kepadamu adzab Allah secara tiba-tiba dan mengejutkanmu? Sedangkan kamu sekalian tidak menyadari kejadian tersebut sehingga kenyataan tersebut mengejutkanmu, bukankah hanya orang-orang dzalim yang dibinasakan Allah? Hal tersebut semata-mata karena kemusyikan mereka, adapun orang-orang yang menyembah Allah semata tidak musyrik (menyekutukan Allah dengan yang lain) mereka tidak akan ada rasa takut dan sedih sejalan dengan firman Allah al-An’am: 82

لذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Jalalain:

Katakanlah) kepada penduduk Mekah (“Terangkanlah kepadaku) beritakanlah kepadaku (jika Allah mencabut pendengaranmu) membuatmu menjadi tuli (dan penglihatanmu) membutakanmu (serta mengunci) menutup (hatimu) sehingga kamu tidak dapat mengenal sesuatu (Siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?”) apa-apa yang telah Dia cabut darimu sesuai dengan dugaanmu (Perhatikanlah bagaimana Kami memperlihatkan) menjelaskan (tanda-tanda kebesaran Kami) bukti-bukti yang menunjukkan kepada keesaan Kami (kemudian mereka masih tetap berpaling) tetap berpaling dari-Nya dan tidak mau beriman.

(Katakanlah,) kepada mereka (“Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan tiba-tiba atau nyata terjadi) siang hari maupun malam hari (maka adakah yang dibinasakan Allah selain dari orang-orang yang dzalim?”) yakni orang-orang kafir. Atau dengan kata lain: tidak ada yang dibinasakan-Nya kecuali hanya mereka.

Al-Sa’di:

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَى قُلُوبِكُمْ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِهِ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ * قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلا الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ

 

Allah SWT mengkhabarkan bahwa Dia satu-satunya yang menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya, Dia lah yang Maha Esa dan Yang berhak untuk disembah. Dalam firman-Nya: “Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu,” sehingga  kamu tidak memiliki pendengaran dan penglihatan serta akal, Adakah Tuhan selain Allah yang bisa memberikan keduanya? Jika tidak ada, mengapa kamu masih menyembah sesuatu yang tidak memiliki kemampuan apapun kecuali dengan idzin dan kehendak Allah?

Ini merupakan dalil tauhid dan bukti kebatilan syirik, maka Allah SWT menegaskan pada lanjutan ayat ini; “perhatikanlah bagaimana Kami memperlihatkan tanda-tanda kebenaran dengan beraneka ragam macam dan bentuknya untuk memperjelas kebenaran dan menunjukkan prilaku orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian dengan penjelasan tersebut mereka tetap menentang dan berpaling dari ayat Allah.

قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلا الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ

Beritakanlah kepadaku jika datang adzab Allah secara tiba-tiba mupun secara jelas sebelumnya ada tanda-tanda bahwa adzab itu akan terjadi, bukankah pasti bahwa orang-orang dzalim itu akan binasa? Kedzaliman yang menyebabkan mereka pantas diberi adzab. Maka hindarilah perbuatan dzalim karena ia merupakan kehancuran yang abadi dan penderitaan yang langgeng.

Pelajaran:

Pertama, kedua ayat ini memberikan cara menghadapi orang-orang yang menentang kebenaran dan keesaan Allah dengan cara mengingatkan bahwa mereka bisa mendengar dan melihat itu karena anugerah Allah SWT. bukan suatu kebetulan. Maka ditantanglah mereka dengan pertanyaan: adakah selain Allah yang bisa memberikan pendengaran dan penglihatan jika keduanya dicabut oleh Allah?

Kedua, ungkapan dicabutnya penglihatan dan pendengaran juga bisa berarti hilangnya kemampuan keduanya untuk melihat dan mendengar kebenaran sesuai dengan syariah, sehingga apa yang dianggapnya benar justru adalah kekeliruan menurut syariah dan begitu juga sebaliknya. Dengan ungkapan yang singkat: membenarkan suatu kesalahan dan menyalahkan kebenaran.

Ketiga, bahwa adzab Allah itu bisa datang secara tiba-tiba bisa juga datang dengan didahului tanda-tanda akan terjadinya.

Keempat, sifat orang dzalim walaupun sudah tahu kebenaran tetap akan menentang dan menghalangi orang lain untuk mengikuti kebenaran, hal itu karena hatinya tertutup.

Kelima, pelajaan yang terpenting adalah ayat ini mengajarkan apa yang harus dikatakan dan selalu dipertanyakan kepada orang dzalim –termasuk diri kita jika terasa akan atau sudah melakukan kedzaliman.