Menolak Harta

Menolak Harta

Kisah Rasulullah SAW:

  1. Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abi Amamah dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: Tuhanku menawarkan kepadaku untuk menjadikan bukit Makkah menjadi emas untukku, aku menjawab: Tidak wahai Tuhanku! Tapi biarkan aku kenyang sauatu hari dan lapar suatu hari – diucapkan sampai tiga kali—Da jika aku lapar aku memohon kepada-Mu dan mengingat-Mu, dan jika aku kenyang aku bersyukur pada-MU dan memuji-Mu.
  2. Diriwayatkan oleh Al-Askari dari Ali Bin Abi Thalib ra berkata bahwa Rasulullah SAW didatangi malaikat lalu malaikat itu berkata: Hai Muhammad bahwa Tuhanmu menyampaikan salam padamu dan berfirman: Jika engkau menghendaki Aku akan menjadikan bukit Makkah menjadi emas bagimu, lalu berkata (Ali) maka Rasulullah menengadahkan kepalanya ke langit serta berkata: Tidak wahai Tuhanku, aku kenyang satu hari kemudian memujimu, dan aku lapar suatu hari dan memohon pada-Mu.
  3. Imam Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa pada peperangan Ah-zab seorang dari kaum musyrikin terbunuh, lalu mereka meminta kepada Rasulullah agar bisa mengembalikan jasadnya kepada mereka, dan untuk itu kami akan memberikan dua belas ribu (dirham). Rasulullah SAW menjawab: Tidak ada kebaikan dalam jasadnya juga dalam harga yang ditawarkannya. Dan dalam riwayat Ahmad dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Berikan kepada mereka jasadnya, karena itu jasad yang buruk dan tebusan yang buruk, dan beliau tidak menerima tebusannya sepeser pun.
  4. Suatu saat Hakim Ibn Hazaam pergi ke Yaman dan melihat pakaian kebesaran Dzu Yazan (Raja Himyar) lalu membelinya, dan membawanya ke Madinah untuk dihadiahkan kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menolaknya dan berkata: Kami tidak menerima hadiah dari orang musyrik, lalu Rasulullah menyuruhnya untuk menjualnya, lalu dibeli dan dipakai ke mesjid.
  5. Riwayat Ibnu Asakir bahwa Amu Amir Ibn Thufail al-Amiri bahwa Amir Ibn Thufail memberi hadiah kuda kepada Rasulullah SAW. Amir menulis surat kepada Rasulullah bahwa ia terkena penyakit semacam bisul dan meminta obat dari beliau. Rasulullah menolak kuda pemberiannya, karena ia belum memeluk Islam, dan memberikan hadiah madu kepadanya serta berkata; obatilah dengan madu.

 

Kisah Abu Bakar ra:

Diriwayatkan Al-baihaqy dari al-Hasan bahwa suatu saat Abu Bakar Shidiq ra berkhutbah, setlah memuji Allah ia berkata: sebaik-baik simpanan adalah taqwa, kemudian menyebutkan haditsnya. Keesokan harinya beliau pergi ke pasar,

Umar ra menyapanya; “mau kemana?”

“Mau ke pasar” jawabnya.

“Engkau telah mengetahui apa yang membuatmu melupakan pasar”. Kata Umar

“Subhanallah” ucap Abu Abakar, “Aku telah melupakan keluargaku.”

Umar berkata: “Mewajibkan dirimu untuk berbuat kebaikan.”

“Bukan hai Umar” kata Abu Bakar. “ Aku takut tidak sanggup untuk memakan sedikit pun dari harta ini.”

“Infakkan lah dalam dua tahun dan tahun berikutnya 800.000.- dirham.” Kata Umar.

Ketika menjelang wafat Abu Bakar berkata: “Aku sudah mengatakan kepada Umar bahwa aku takut tidak sanggup untuk memakan sedikit pun dari harta ini, aku tak bisa melakukannya. Maka jika aku meninggal, ambilah dari hartaku 800.000 dirham dan serahkan ke baitul maal.”

Ketika hal itu disampaikan kepada Umar, beliau berkata: “Semoga Allah mrahmati Abu Bakar! Ia telah membuat kebijakan yang memberatkan bagi penerusnya.”

Kisah Umar Bin Khatab ra:

  1. Driwayatkan leh malik dari Atha Ibn Yasar bahwa Rasulullah saw mengirimkan pemberian kepada Umar Ibn Khatab, kemudian Umar menolaknya. Kemudian Rasulullah saw bertanya kepadanya: “Kenapa kamu menolaknya?”

Umar menjawab: “Wahai rasulullah bukankah engkau telah menyampaikan kepada kami bahwa sebaik-baik dari kami adalah yang tidak menerima dari pemberian seseorang.”

Rasulullah menjelaskan: “Oh itu pemberian yang didapat karena meminta, adapun pemerian yang didapat karena tanpa permintaan itu rizqi dari Allah yang diberikan kepadanya.”

Kemudian Umar berkata: “Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku tidak akan meminta sesuatu dari orang lain, dan aku akan mengambil pemberian yang diberikan tanpa aku memintanya.”

  1. Driwayatkan leh Ibn Saad dan Ibn Asakir dari Ibn Umar ra. Bahwa Abu Musa al-As’ari memberikan hadiah berupa permadani kepada Atikah Binti Zaid Ibn Amr Ibn Nufail Istri Umar ra, dia memperlihatkannya dan membentangkannya. Kemudian Umar dating dan melihatnya seraya bertanya: “Dari mana kamu mendapatkan ini?’ Atikah menjawab: ‘Ini hadiah dari Abu Musa Al-Asy’ari.” Kemudian Umar mengambilnya dan memukulkanya ke kepalanya higga menunduk. Umar berkata: “Bawa Abu Musa al-Asy’ari kepadaku dengan segera!” Abu Musa berkata: “Jangan tergesa-gesa memaksaku hai Amiril Mu’minin!”  “Kenapa kamu mebrikan hadiah kepada istriku?” kata Umar, lalu ia mengambil pemberian tersebut dan melemparkannya kepada kepalanya sambal berkata “Ambil!” Kami tidak membutuhkannya!”