Memahami Kekuatan Kata “ قُلْ “ Dalam al-Qur’an

Kata “ قُلْ “ dalam al-Qur’an memiliki pengertian semangat “perbaikan” dalam menyeru ummat manusia kepada suatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam al-Qur’an kalau dilihat dari penggunaan kata “ قُلْ “ dan tidak terdapat dua cara pengungkapan: pertama seruan yang menggunakan kata “ قُلْ “ dan kedua tanpa kata “ قُلْ “.

Kata ini jika menurut kaidah bahasa Arab artinya sederhana; merupakan kata perintah semata, tapi penggunaannya dalam al-Qur’an tidaklah sesederhana itu. Karena pengungkapan pernyataan dengan menggunakan kata “ قُلْ “ memiliki arti bahwa Allah SWT berfirman. Jadi tidak sama pengertian makna “ قُلْ “ yang diungkap al-Qur’an dengan pernyataan manusia biasa dalam perkataan sehari-hari. Secara pemahaman umum kata “ قُلْ “ berarti perintah kepada Nabi SAW untuk mengatakan sesuatu setelah kata tersebut, atau terpisah dari ungkapan yang datang sesudahnya, sehingga ada yang berpendapat kata “ قُلْ “  bisa dihilangkan. Pendapat tersebut tidak bisa dibenarkan, karena kata “ قُلْ “ memiliki pengertian: “Allah SWT berfirman.” Hal ini merupakan penegasan atas berbagai pelajaran dan pernyataan dalam al-Qur’an yang tidak menggunakan kata “ قُلْ “ kemudian ditegaskan dengan pernyataan yang didahului dengan kata “ قُلْ “ seperti dalam pernyataan:

وَقَالَ اللَّهُ لا تَتَّخِذُوا إِلَهَيْنِ اثْنَيْنِ إِنَّمَا هُوَ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ  )النحل:51)

memiliki pengertian yang sama dengan firman Allah yang menggunakan kata “ قُلْ “ dalam surat al-Ikhlash: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ yang memiliki pengertian Allah SWT berfirman.

Adapun kata “ قُلْ “ yang dihubungkan dengan perintah untuk mengatakan sesuatu, maka memiliki pengetian bahwa “Allah SWT berfirman supaya kamu mengatakan begini….” seperti dalam surat al-An’am ayat 162

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَاي وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

untuk mengumumkan pernyataan keikhlasan dalam beribadah.

Sedangkan dalam perintah untuk mengatakan sesuatu setelah kata “ قُلْ “ berarti “Allah SWT berfirman supaya kamu mengatakan begini….” seperti dalam surat al-Isra 53:

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

artinya Allah SWT berfirman kepada hamba-Nya agar dia berbicara yang baik.

Dan dalam perintah untuk melakukan sesuatu, kata “ قُلْ “ berarti bahwa Allah SWT berfirman supaya kamu melakukan begini….seperti dalam surat al-Nuur 30

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Berati juga penegasan bahwa tidak ada yang diucapkan oleh Rsulullah SAW selain perkataan yang diperintahkan untuk mengatakannya.

Hal ini menunjukkan bahwa perkataan yang dibutuhkan seorang mu’min dan semua perkataan yang dibutuhkan Nabi SAW dalam hidupnya di dunia ini tercakup dalam ungkapan yang dimulai dengan kata “ قُلْ “ yang diungkapkan secara berulang-ulang dalam al-Qur’an dan ditegaskan berkali-kali.

Kalau diamati secara seksama bahwa ayat yang dimulai dengan kata “ قُلْ “ bertemakan hal-hal yang harus diyakini dengan sepenuh hati artinya menuntut keyakinan dan keimanan penuh. Inilah rahasia lain bahwa ayat-ayat yang diawali dengan kata “ قُلْ “ harus dibaca dengan lengkap kata tersebut, karena ketika seorang mukmin membaca al-Qur’an terutama ayat-ayat yang diawali dengan kata “ قُلْ “ berarti bahwa pembaca itu sedang berbicara kepada  hatinya untuk meyakini apa yang akan disampaikan setelah kata “ قُلْ “ tersebut. Seakan-akan mengucapkan begini: katakanlah wahai hati perkataan (yang datang setelah kata qul) itu dengan penuh keyakinan dan tanpa dibarengi keraguan barang sedikitpun!

Hal tertsebut bisa dilihat dalam ayat-ayat berikut:

  1. قل اللهم مالك الملك تؤتي الملك من تشاء وتنزع الملك ممن تشاء وتعز من تشاء وتذل من تشاء بيدك الخير إنك على كل شيء قدير تولج الليل في النهار وتولج النهار في الليل وتخرج الحي من الميت وتخرج الميت من الحي وترزق من تشاء بغير حساب
  2. قل هو الله أحد الله الصمد لم يلد و لم يولد و لم يكن له كفوا أحد
  3. قل لن يصيبنا إلا ما كتب الله لنا هو مولانا و على الله فليتوكل المؤمنون

Semua ayat-ayat yang dimulai dengan katak qul tersebut berarti: katakanlah hai mukmin kepada hatimu, tujuannya agar hati tetap terpelihara kebersihannya قلب سليم hati yang bersih nan sehat.

Wallahu a’lam.