Etiket Bermedsos

Sejak tahun 1997 penggunaan internet tidak lagi menjadi suatu yang sulit karena dukungan kuat perkembangan teknologi yang pesat luar biasa aspek kecepatan dan kemudahan kases menjadi orientasi pengembangan media yang memingkan pengguna untuk memilih konten yang disukai itu. Selanjutnya munculnya jaringan sosial yang memungkinkan terjalin komunikasi secara langsung antara orang-perorang juga memmberi kesempatan kepada penggunanya tidak saja menjadi penerima pesan, tapi bisa dengan mudah berbagi pesan apa yang ingin disampaikan secara luas.

Kenyataan ini pada giliran berikutnya tidak sesederhana yang dibayangkan pada awalnya, karena media sosial yang ada disadarai memiliki kekuatan untuk berkomunikasi secara masal dari seseorang, maka kajian terhadap pemanfaat media sosial untuk tujuan tertentu yang lebih pragmatis menjadi trend tahuan 2000an. Mulai dari para penggiat dan pelaku politik hingga pelaku pasar memanfatkan media sosial yang semakin bermunculan menjadi media promosi; produksi, idiologi, partai dan lainnya. Pertarungan dalam merebut follower sebanyak-banyaknya menjadi trend awal hingga dijual belikan, kemudian berbagai share konten pesan yang menjadi target komunikasi pengguna juga menjadi penawaran berikutnya. Alhasil tidak semua pesan yang ditampilkan menjadi suatu yang pantas dalam tatanan moral tertentu serta dalam kaidah sosial tertentu, sampai di sini akan tergambar sisi negatif penggunaan jaringan sosial. Maka yang diperlukan saat ini kearifan penggunaan jejaring sosial minimal memerhatikan beberapa hal berikut:

1. Tulislah status yang memberi dampak positif bagi rekan jaringan anda

2. Jangan menjadi penyebar isu atau konten yang secara moral maupun sosial merugikan khalayak baik lahir maupun batin.

3. Berkomentar terhadap isu yang merugikan atau membuat mindset tidak baik sehingga membuat isu tersebut populer.

4. Jadilah anad sebagai produser pesan bukan hanya pengomsumsi pesan.