Come to Success!

Tidak sengaja tertonton mata acara tv Arab (kalau tidak salah Iqra tv) salah satu kisah mengharukan saat Uqbah bin Naafi’ panglima yang meminpin islamisasi negeri Magrib, dikisahkan bahwa Uqbah beserta pasukannya berada di padang pasir diterpa badai dan kehabisan air minum, ia menangis bermnajat kepada Allah, ya Allah aku melakukan ini karena-Mu, untuk menyebarkan agama-Mu, ya Allah semuanya kuserahkan pada-Mu, dalam kondisi begitu kemudian sahabtanya melihat kuda milik Uqbah mengendus-ngenduskan moncong mulutnya ke tanah, lalu sahabat itu berkata, lihatlah kudamu, kemudian Uqbah menghampirinya, lalu kuda itu pergi, dan seperginya kuda itu air memancar dari tanah…..sehigga pasukannya bisa mendpatkan air minum. Selanjutnya mereka melanjutkan misinya. Tak terasa air mata menetes haru melihat dramatisasi perjuangan mereka, seraya bergumam, aku belum seberapanya dibanding mereka.

Yang menarik lagi setelah dia berhasil mengislamkan warga dia memimpin shalat, sebelumnya dikumandangkan adzan, terjemahan adzan dalam bahasa inggir ini yang menginagatkan penulis akan makna adzan, yang kadang sebelumnya tidak begitu berkesan. Ketika sampai pada lafadz “come to prayer!” “come to success!” ini mengingatkan bahwa dalam shalat dan do’a ada kesuksessan. Bersegeralah untuk shalat, bersegeralah untuk sukses. Biasanya dalam terjemahan bahasa Indonesia berbunyi, segeralah dirikanralah shalat, segeralah raih keberuntungan! Pernyataan yang biasa dimaklumi dalam keseharian kita ini kadang kurang diresapi maknanya.

Yang menarik ketika kata al-falaah diartikan success (sukses) ini kedengaran lebih komunikatif, karena dalam bahasa sehari-hari kita lebih banyak menggunakan kata sukses dari pada kata keberuntungan. Sehingga ketika ungkapan sukses dipakai, tergambarlah kesuksesan sebagaimana pemahaman kita sehari-hari dan sesuatu yang menjadi harapan dari semua orang. Tergambarlah kesuksesan dalam kehidupan di dunia dengan kriteria masing-masing orang per orang, dan lebih dari itu karena didahului dengan perintah bersegera untuk shalat dan berdo’a, maka terbayang pula kesuksesan kehidupan ukhrawi. Artinya ketika diseru shalat sebenarnya diseru untuk hidup sukses dunia akhirat. Wallahu a’lam.